A. Asal - usul Candi Borobudur
Candi
Borobudur dibangun pada abad ke-8 atau tahun 800 masehi pada masa Kerajaan
Mataram Kuno dan dinasti yang berkuasa bernama Sailendra. Dibangun oleh Raja
Samaratungga menggunakan batu dari gunung merapi yang dikenal dengan nama Batu
Andesit. Total batu yang digunakan 2.000.000 blok batu yang tersusun tanpa
perekat tetapi menggunakan pin saling kunci, kemudian dibangun dalam 10 tingkat
bernama “Dhasa Bhumi Sambhara” Dhasa artinya sepuluh, Bhumi artinya alam,
Sambhara artinya kesempurnaan. Berarti sepuluh alam perjalanan dunia menuju
kesempurnaan yang disebut Nirwana. Kemudian tujuan utama sebagai pusat
penyebaran agama, pusat bersembahyang, pusat belajar dan tempat menyimpan benda
suci.
B. Letak Candi Borobudur
Letak Candi
Borobudur secara administratif terletak di Desa dan Kecamatan Borobudur,
Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Secara geografis terletak di atas sebuah Bukit
dekat pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo merupakan simbol
sungai suci di India, yaitu Sungai Gangga dan Sungai Yamuna.
C. Bagian – bagian Candi Borobudur
Bagian –
bagian Candi Borobudur ada 10 tingkatan yang dibagi menjadi tiga bagian, antara
lain:
1)
Kamadhatu artinya
alam manusia yang masih dibelenggu oleh keinginan – keinginan dunia.
2)
Rupadhatu artinya alam bentuk atau alam peralihan.
3)
Arupadhatu artinya
alam tanpa bentuk yaitu simbol terlepasnya manusia dari keinginan - keinginan
dunia yang juga dikenal dengan nama Nirwana.
Arti
kata Borobudur berasal dari dua kata, yaitu Boro dan Budur. Boro dari bahasa
sansekerta bara atau Bihara, yaitu kuil atau tempat pemujaan. Budur dari kata
Beduhur yang artinya di atas atau bukit. Candi Borobudur mempunyai arti Bihara
di atas bukit. Candi Brobudur dihiasi dengan 504 patung buddha dan di bagian
puncak dihiasi 72 stupa yang mengelilingi stupa terbesar atau stupa induk.
Borobudur juga dihiasi dengan relief – relief salah satu relief yang terkenal
bernama Lalitavistara yaitu relief yang menceritakan tentang riwayat hidup pembawa ajaran agama Buddha
yang bernama Sidharta gautama. Peristiwa kehidupan Sidharta gautama itu ada
tiga hal yang setahun sekali dirayakan oleh umat Buddha yang bernama perayaan
Tri Suci Waisak, yaitu yang pertama cerita tentang kelahiran Pangeran Sidharta,
yang kedua cerita tentang Pangeran Sidharta yang mendapat ilham ketika bertapa
di bawah pohon Bodhi, dan yang ketiga wafatnya Pamgeran Sidharta gautama.
Ketiga peristiwa tersebut terjadi di malam bulan purnama bulan waisak kemudian
disebut peristiwa Tri Suci Waisak. Candi Borobudur yang dihiasi 504 patung,
sekarang lebih dari 200 hilang kepalanya, peristiwa kerusakannya yang pertama
karna alam, yang kedua karena tangan – tangan manusia. Jadi dalam sejarah
Borobudur pernah ditinggalkan oleh umat Buddha selama 800 tahun, karena gunung
Merapi meletus dan gempa bumi yang terjadi tahun 1006. Peristiwa tersebut yang
menyebabkan terjadinya perpindahan agama Hindu dan Buddha dari Jawa Tengah ke
Jawa Timur. Borobudur kemudian di temukan kembali zaman inggris oleh seseorang
yang bernama Raffles, di temukan pada tahun 1814. Kondisi ketika di temukan
Canadi Borobudur sudah terkubur tanah, pepohonan, dan semak lukar. Setelah
dilakukan penggalian terlihat candinya yang sudahsangat rusak sampai pada zaman
Belanda Borobudur yang kondisinya rusak menjadi tempat berwisata, karna tidak
ada yang melindungi akhirnya orang pulang dari Borobudur bawa oleh – oleh atau
kenang – kenangan, yaitu dengan kepala – kepala patung Buddha. Oleh karena itu
200 lebih patung Buddha hilang kepalanya. Kemudian ada upaya – upaya
penyelamatan Candi Borobudur yang dilakukan dua kali, yang pertama dilakukan
pada zaman Belanda pada tahun 1907 – 1911, dan yang kedua dilakukan oleh
pemerintah Indonesia dibantu oleh lembaga dunia yang bernama UNESCO, itu
terjadi di tahun 1973 – 1983. Jadi terjadi dua kali perbaikan atau pembetulan.
Komentar
Posting Komentar